Sebagai bagian dalam kegiatan Festival Sains Antariksa 2011 memperingati Pekan Antariksa Dunia, LAPAN menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) mengenai penanaman biji tomat dari luar angkasa yang bekerja sama dengan badan antariksa Jepang, JAXA. Lomba ini diselenggarakan bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama dari wilayah Jakarta dan Bandung. Sekolah yang dilibatkan dalam lomba ini hanyalah beberapa sekolah pilihan panitia dan pihak Humas LAPAN Jakarta.

Untuk melakukan pembimbingan kepada peserta lomba mengenai tata cara penanaman tomat, LAPAN bekerja sama dengan para peneliti dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung. Para peneliti dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ini juga dilibatkan dalam penilaian karya tulis, terutama mengenai substansi penelitiannya.

Presentasi oleh Dr. Rizkita R. Esyanti dari SITH-ITB

Presentasi oleh Ibu Nur Laela Sari dari Biro Humasmagan LAPAN

Pembagian benih tomat kepada para peserta lomba Karya Tulis Ilmiah

Kunjungan para peneliti JAXA (Jepang) ke stand pameran sains

Pelaksanaan Lomba dilakukan secara bertahap dimulai dari pengumuman lomba, technical meeting bagi peserta lomba, penulisan karya tulis ilmiah, dan penilaian karya tulis ilmiah terbaik. Pengumuman lomba dilaksanakan sejak seminggu sebelum acara Festival Sains Antariksa 2011 berlangsung tanggal 29 Oktober 2011. Tanggal-tanggal penting mengenai pelaksanaan Lomba KTI:

  • 29 Oktober 2011 : Technical Meeting (Pembagian biji tomat kepada peserta, sosialisasi format KTI, sosialisasi jadwal)
  • 31 Oktober-20 November 2011: Penanaman Tomat, kegiatan penelitian, pembuatan laporan, penyusunan KTI
  • 23 November 2011: Deadline pengumpulan KTI
  • 25 November 2011: Pengumuman hasil penilaian KTI
  • 28 November 2011: Pemberian hadiah bagi pemenang KTI

Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah berlangsung pada jangka waktu satu bulan sejak technical meeting hingga pemberian hadiah. Sedangkan kegiatan yang dilaporkan pada laporan ini hanya laporan persiapan dan pelaksanaan lomba hingga technical meeting berlangsung.

Berikut ini adalah sekolah yang terdaftar sebagai peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah:

  1. SMPN 252 Jakarta
  2. SMPN 49 Jakarta
  3. SMPN 27 Jakarta
  4. SMPK 5 BPK Penabur
  5. SMP Angkasa
  6. SMPN 77 Jakarta
  7. SMPK 1 BPK Penabur
  8. SMPN 23 Bandung
  9. SMP Darul Hikam Bandung

Seluruh peserta yang berupa perwakilan masing-masing sekolah dikumpulkan pada saat technical meeting dan diberikan penjelasan mengenai kegiatan Lomba KTI. Setiap peserta juga mendapatkan benih tomat yang terdiri dari benih tomat yang sudah dikirimkan ke stasiun luar angkasa, benih tomat yang tidak mendapat perlakuan apapun, dan benih tomat yang diberi perlakuan dalam alat klinostat.

Pihak peneliti dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB sebagai fasiitator penanaman benih tomat mempersiapkan 20 paket biji tomat yang telah dikelompokkan sesuai dengan jenis perlakuannya. Paket biji tomat bagi setiap sekolah ini terdiri dari 3 jenis yang masing-masing jenis berisi 20 biji tomat. Selain itu, telah disiapkan juga kapas yang telah disterilisasi sebagai medium penanaman biji tomat hingga berkecambah. Pihak ITB juga menyiapkan tata cara penanaman yang benar beserta tabel evaluasi bagi peserta lomba mengenai perkembangan perkecambahan benih tomat.

Technical meeting diawali dengan penjelasan mengenai tata cara penanaman benih tomat oleh Ibu Rizkita dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB. Pada penjelasan ini, beberapa peserta dengan antusias menanyakan hal-hal teknis mengenai penanaman biji tomat. Setelah penjelasan ini, panitia membagikan kepada masing-masing sekolah satu paket biji tomat dan kapas sebagai media penanaman biji tomat.  Panitia juga memberikan satu berkas dokumen yang terdiri dari penjelasan mengenai peraturan lomba, format karya tulis ilmiah, dan tata cara penanaman biji tomat beserta contoh tabel pencatatannya.

 

Gambar 1. Pelaksanaan Technical Meeting pada 29 Oktober 2011 

Acara technical meeting berlangsung selama sekitar setengah jam dan dihadiri oleh seluruh perwakilan sekolah peserta lomba KTI. Pihak JAXA dari Jepang juga sempat mengunjungi kegiatan technical meeting untuk meninjau kegiatan tersebut dan berdiskusi mengenai benih tomat yang dibagikan. 9 paket biji tomat dibagikan kepada masing-masing sekolah peserta lomba KTI, satu paket kepada Bidang Matahari dan Antariksa, serta satu paket lagi kepada komunitas Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ). Sisa paket biji tomat yang belum dibagikan dibawa kembali oleh tim dari ITB.

Peserta lomba KTI diberikan waktu sekitar 3 pekan (31 Oktober – 23 November) untuk melakukan penelitian dan menyusun KTI. Selama waktu penelitian dan penyusunan KTI tersebut, peserta juga diharapkan memberikan laporan setiap pekannya mengenai perkembangan perkecambahan biji tomat. Panitia terus melakukan kontak dengan peserta baik melalui e-mail khusus lomba KTI maupun SMS untuk mengingatkan peserta mengenai tanggal-tanggal penting lomba KTI.

Sepanjang 3 pekan yang disediakan untuk mempersiapkan KTI, tercatat ada 6 sekolah yang secara aktif memberikan laporan perkembangan perkecambahan biji tomat. Laporan ini terutama berisi foto-foto perkecambahan biji tomat dan laporan pengukuran panjang pertumbuhan biji timat dan daunnya. Laporan-laporan ini juga secara langsung panitia kirimkan kepada pihak Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB untuk dipantau dan dievaluasi perkembangannya.

Para peserta tidak mengetahui jenis mana di antara 3 kelompok biji tomat yang dibagikan saat technical meeting. Pada saat technical meeting, peserta hanya dibagikan tiga jenis biji tomat dengan penamaan A, B, dan C.   Sekitar satu pekan sebelum deadline pengumpulan KTI, para peserta diberitahu jenis biji tomat yang telah mereka tanam. Panitia menginformasikan kepada peserta melalui email dan SMS bahwa jenis A adalah biji tomat yang digunakan sebagai kontrol darat, jenis B adalah biji tomat yang dibawa ke ISS, dan biji C adalah biji tomat yang dimasukkan ke alat klinostat. Pemberitahuan ini dimaksudkan agar para peserta dapat melakukan analisis terhadap hasil perkecambahan biji tomat dan dapat memasukkan hasil analisis tersebut dalam pembahasan Karya Tulis Ilmiahnya.

Pada hari terakhir pengumpulan KTI, 23 November, panitia menerima 7 KTI dari 7 sekolah yang mengikuti lomba. Ketujuh KTI yang diterima ini dikirimkan melalui alamat email panitia lomba KTI sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Seluruh KTI yang diterima panitia kemudian dikirimkan kepada juri dari ITB dan LAPAN. Adapun juri dari LAPAN yaitu Prof. Dr. Sarmoko Saroso dan Drs. Suratno, M.Sc., sedangkan juri dari ITB yaitu Ibu Dr. Fenny Martha Dwivany dan Dr. Rizkita Rachmi Esyanti. Juri dari LAPAN memberikan porsi penilaian yang lebih besar pada aspek sistematika dan format penulisan. Sementara juri dari ITB memberikan penilaian lebih besar pada aspek ilmiah dari metodologi penanaman biji tomat.

Berdasarkan peniliaian dari tim juri, diperoleh 3 sekolah yang mendapatkan nilai tertinggi. Ketiga sekolah tersebut yaitu:

  1. SMPK 5 BPK Penabur dengan judul makalah: Pengaruh Perlakuan Berbeda Pada Benih Tomat Terhadap Kecepatan Pertumbuhan Tanaman Tomat untuk meningkatkan Produktivitas Pangan; mendapatkan nilai 83,35
  2. SMPK 1 BPK Penabur dengan judul makalah: Pengaruh Luar Angkasa pada Benih Tomat; mendapatkan nilai 74
  3. SMPN 77 Jakarta dengan judul makalah: Pengaruh Mikrogravitasi Terhadap Pertumbuhan Benih Tomat; mendapatkan nilai 68,25

Ketiga sekolah dengan nilai tertinggi tersebut ditetapkan sebagai pemenang lomba KTI dan juara 1, 2, dan 3 dan berhak mendapatkan hadiah yang dipersiapkan oleh panitia.

Setelah nilai dari seluruh juri direkapitulasi dan diperoleh nama-nama pemenangnya, panitia memberitahukan kepada para pemenang melalui surat resmi yang dikirimkan ke faximili sekolah masing-masing pada tanggal 25 November 2011. Setiap sekolah yang menjadi  3 besar diminta untuk menyiapkan prsentasi mengenai Karya Tulis Ilmiah yang sudah mereka buat.Begitu juga dengan sekolah yang tidak berhasil mendapatkan juara juga dikirimkan surat melalui email yang berisi pemberitahuan bahwa sekolahnya tidak masuk sebagai 3 besar serta ucapan terima kasih atas partisipasi sekolahnya.

Untuk pemberian hadiah, 3 sekolah yang memperoleh nilai KTI terbaik diundang dalam acara pemberian hadiah yang dilaksanakan di Aula Pusat Sains Antariksa LAPAN Bandung pada 28 November 2011. Acara ini digabungkan dengan acara perayaan Hari Ulang Tahun LAPAN yang ke-48 sehingga dihadiri oleh seluruh karyawan dan karyawati LAPAN Bandung. Dalam acara ini panitia melaporkan kegiatan lomba KTI dan mengumumkan juaranya. Kemudian,  untuk juara 1 yakni SMPK 5 BPK Penabur diminta untuk menyampaikan presentasi KTI yang telah mereka buat.

Pemenang lomba KTI mendapatkan hadiah sebagai berikut:

  1. Juara 1: Piala, Piagam dan 1 (satu) unit Laptop ASUS N43SL Jay Chou Special Edition
  2. Juara 2: Piala, Piagam dan 1 (satu) unit ASUS EEE Pad Transformer TF101
  3. Juara 3: Piala, Piagam dan 1 (satu) unit Netbook ASUS EEE PC 1215P